Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, Sekretaris Dewan Pengarah BPIP; Prof. Dr. Muhammad Amin Abdullah, Anggota Dewan Pengarah BPIP; Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D, Kepala BPIP; serta beberapa Dewan Pakar BPIP dan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, seperti Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H, Dicky Sofjan, M.A., MPP., Ph.D, dan Prof. Iwan Pranoto.
Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU, Prod. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T melalui kata sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada BPIP dan para narasumber yang telah hadir untuk berbagi pengetahuan mengenai pentingnya etika dalam penyelenggaraan negara. “FGD ini memberikan kesempatan kepada para civitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk mendalami pemahaman etika penyelenggara negara, sebagai calon pemimpin masa depan yang bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Diskusi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menggali wawasan tentang keteladanan elit politik yang beretika dan akuntabel. Prof. Himsar menyampaikan bahwa di era globalisasi yang berkembang pesat, ekspektasi masyarakat terhadap akuntabilitas dan moralitas pemimpin semakin meningkat. “Dalam posisi sebagai penyelenggara negara, etika dan moralitas bukan hanya kebutuhan pribadi, tetapi juga menjadi tanggung jawab publik. Keteladanan para pemimpin akan menjadi contoh bagi masyarakat luas, yang akan memperkuat integritas bangsa,” tambahnya.
Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D selaku Kepala BPIP menegaskan bahwa keteladanan yang ditunjukkan oleh para elit politik akan menjadi teladan bagi masyarakat luas, terutama dalam membangun bangsa yang beretika dan bertanggung jawab. “FGD ini penting untuk menanamkan pemahaman bahwa sebagai penyelenggara negara, etika dan integritas harus menjadi pilar utama. Keteladanan para pemimpin tidak hanya berdampak pada lingkup pemerintahan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam berperilaku dan berkontribusi pada bangsa,” ujar Prof. Yudian.
Salah satu narasumber utama, Prof. Iwan Pranoto, dalam pemaparannya menyampaikan pentingnya kajian etika bagi elit politik yang sebenar-benarnya, menekankan bahwa etika bukan hanya sekadar prinsip, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh para pemimpin. “Etika elit politik tidak cukup hanya menjadi jargon, ini harus diwujudkan secara konsisten dalam kebijakan dan perilaku yang dapat diikuti oleh masyarakat. Pemimpin yang beretika akan menumbuhkan rasa percaya dan keamanan dalam masyarakat, sebuah fondasi yang kuat bagi bangsa,” tegas Prof. Iwan Pranoto.
Acara FGD ini juga bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menginternalisasi etika kepemimpinan yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila di berbagai sektor. Melalui diskusi yang dipandu oleh para pakar, USU dan BPIP berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif, tidak hanya untuk pemerintahan, tetapi juga untuk dunia pendidikan dan kehidupan masyarakat sehari-hari.